SlideShow

.
2

Media Sosial atau Media Galau?

Entah mengapa belakangan gue merasa semakin geli melihat tingkah aktifis dunia maya khususnya para ABG yang masih labil, tiap hari isinya galauuuuuu melulu ga pernah ada liburnya. Kalo galau itu digaji, mereka mungkin udah pada kaya kali ya? Ga yang masih jomblo, ga yang udah punya pasangan sama aja.. sama-sama doyan mengumbar kegalauannya di media sosial. Ga jarang juga gue sering menemui ABG labil yang berdoa lewat Facebook.. lo pikir Tuhan juga punya akun Facebook apa?? Yang gue takutin, media sosial lama-kelamaan bakal berubah nama menjadi media galau. Terus orang-orang yang tadinya maanfaatkan media tersebut buat bergaul malah dipake buat bergalau. Nah kalo semua orang pada sibuk bergalau sendiri-sendiri, terus siapa mau dengerin?

Melihat fenomena tersebut, dimana situs jejaring sosial hampir semua isinya dipenuhi orang-orang yang lagi galau, gue jadi punya rumusan sendiri tentang Siklus Galau yang dialami oleh ABG labil masa kini. Dan berikut adalah siklusnya :

1. Jomblo Galau
2. PDKT Galau
3. Jadian Galau
4. Baru Jadian Galau
5. Ada Masalah Galau
6. Ribut-ribut Galau
7. Putus/Diputusin Galau
8. Pasca Putus Galau
9. Balik lagi ke no 1 dan seterusnya.

Terus kapan ga galaunya??

Mungkin itulah sebabnya banyak ABG labil yang pacarannya cuma sebentar tapi galaunya lamaaaaaaaaaa buangeeeeeeet...

Iya gue tau, galau itu ga dosa, galau adalah hak segala bangsa.. ga munafik gue juga pernah mengalami galau, tapi ga sampe segitunya kali...
Bagi gue, galau itu ibarat celana dalem.. semua orang punya.. tapi ga usah dipamerin di media sosial gitu kali...!!!
6

Emansipasi Pria

Hi guys dan juga gays...!!! Hehe.. Yap.. sekarang macho sama maho emang susah buat dibedain.

Ngobrolin masalah gay a.k.a maho atau yang lebih populer dengan istilah homo, gue masih ga ngerti dengan apa yang ada di pikiran mereka. Bagi gue, cewek cantik pacarnya ganteng itu wajar, tapi kalo cowok ganteng pacarnya juga ganteng... nah ini baru namanya aneh bin absurd.

Yang gue tau, kodrat kita sebagai manusia adalah mencari sesuatu yang belum kita punyai. Nah, kalo kita sendiri aja udah punya, ngapain kita nyari lagi bentuk yang serupa. Emang punya satu belum cukup? Dan yang juga gue tau, dalam ajaran agama manapun, kita diajarkan untuk saling mencintai sesama manusia, bukan sesama jenis. Tsah? Tapi apapun yang udah jadi pilihan mereka, gue ga berhak melarang, toh gue protes juga ga digaji.

O iya, kebetulan hari ini bertepatan dengan Hari Kartini, hari dimana kita akan lebih sering mendengar seruan kalimat emansipasi wanita ketimbang di hari-hari yang lain. Gue juga ga ngerti kenapa emansipasi wanita hanya populer ketika menjelang Hari Kartini? Terus giliran emansipasi prianya kapan? Terus terang, sebagai kaum pria, sadar ga sih kalo selama ini ada masalah dengan kesetaraan gender antara kaum pria dan wanita, dimana kaum pria lebih sering mengalami diskriminasi gender ketimbang kaum wanita? Gue ambil beberapa contoh berikut :

- Ada Hari Ibu tapi ga ada Hari Bapak.

- Ada Ibu Jari Tapi ga ada Bapak Jari.

- Ada Ibu Kota tapi ga ada Bapak Kota.

- Kita sering mendengar istilah TKW (Tenaga Kerja Wanita) tapi kenapa ga ada istilah TKP (Tenaga Kerja Pria)?

- Di Indonesia ada Menteri Peranan Wanita, tapi kemana Menteri Peranan Prianya?

Begitu juga dalam kehidupan sosial kita, antara cowok dan cewek terjadi diskriminasi dan pengecualian yang nyata, misal :

- Sesama cewek boleh bergandengan tangan ketika jalan di mall, tapi jika cowok saling bergandeng tangan di mall, ini akan tampak sangat menggelikan.

- Ketika sekolah, cewek boleh berambut pendek, tapi kenapa rambut cowok sama sekali ga boleh digondrongin?

- Cewek sah-sah saja ketika pake kaos dan celana panjang, tapi giliran cowok pake daster?

- Di mall-mall gue banyak banget nemuin 'Salon Kecantikan', tapi sampe detik ini gue belum pernah nemuin yang namaya 'Salon Kegantengan'.

Dari sekian contoh kasus di atas, mungkin udah saatnya kita menuntut hak kita dan menghentikan segala bentuk diskriminasi yang dialami oleh pria.

Hidup emansipasi pria..!!!
0

Filosofi Upil

Sebenernya gue masih ga ngerti dengan diri gue sendiri yang akhir-akhir ini terobsesi sekali dengan sebuah benda yang diberi nama upil. Bahkan dalam menjawab konsultasi-konsultasi yang masuk dalam Grup KONDOM, ga ketinggalan gue pasti bawa-bawa yang namanya upil. Semua kasus yang masuk gue ibaratkan sebagai sebuah upil. Ga keren banget bukan? Mengingat pandangan orang tentang upil masih dianggap sebagai sesuatu yang masih tabu dan ga elit buat diperbincangkan. Gue berharap orang-orang yang berbeda sudut pandang dengan gue tentang upil tersebut ga akan mengutuk gue agar menjadi upil. Amin..

Baiklah.. tanpa banyak basi-basi lagi, kali ini gue mencoba untuk merangkum semua pandangan gue tentang cinta yang gue analogikan sebagai upil. Suka ga suka terserah anda, ini cuma sekedar buah pikir yang keluar dari otak yang lagi iseng.


Cinta itu seperti upil, ga peduli dia seorang raja atau budak sekalipun, semua orang pasti mempunyainya.

Cinta itu seperti upil, kita ga akan pernah tau pasti kapan dia mulai ada dan terbentuk.

Cinta itu seperti upil, tidak akan ketemu bila kita tidak mencarinya, tetapi bila terlalu bernafsu untuk mencari, bisa bikin luka di hidung.

Cinta itu seperti ketika kita sedang ngupil, semakin dalam kamu menggalinya maka akan semakin terasa kenikmatannya meski terkadang menyakitkan.

Jomblo bisa diibaratkan seperti secuil upil tanpa lubang hidung.

PDKT itu seperti ngupil, terkadang kita lebih menikmati proses dari pada hasilnya.

Baru jadian itu ibarat upil, kemanapun berada dia akan selalu nempel.

Pacaran itu seharusnya bisa seperti upil dan lubang hidung, saling membutuhkan.

Cemburu itu ibarat upil, jika terlalu banyak, maka akan menumpuk dan bikin susah bernafas.

Selingkuh itu ibarat ngupil, terkadang kita berani melakukanya hanya dengan cara sembunyi-sembunyi.

Playboy itu seperti ngupil, belum ketemu dicari-cari, setelah dapet dimainin, digiling-giling, setelah bosen, baru deh dibuang sejauh-jauhnya.

Mantan itu seperti upil, susah dicari, tapi begitu mudah dibuang.

Balikam sama mantan itu ibarat memasukan kembali ke dalam hidung upil yang udah dibuang untuk kemudian diupil lagi.

Ga bisa move on dari mantan itu ibarat memelihara upil di dalam hidung, meski tak terlihat, tapi kadang mengganggu. Jadi untuk apa kita memelihara upil? Mending buang jauh-jauh aja deh upil tersebut, agar kita bisa kembali bernafas dengan lega.
0

Peribahasa Upil II

Bagaikan upil lupa lubang idungnya.
Tidak tau diri.

Bermain air basah, bermain api hangus, bermain upil lengket.
Setiap pekerjaan atau usaha pasti ada resikonya.

Bagai upil di atas daun talas.
Tetap pendirian.

Bagai upil dibelah dua.
Dua orang yang serupa/kembar.

Daripada hujan emas di negeri orang, lebih baik hujan upil di negeri sendiri.
Sebaik-baik negeri orang tidak sebaik di negeri sendiri.

Gajah di pelupuk mata tidak tampak, upil di seberang lautan tampak.
Aib sendiri yang besar tidak tampak, aib orang lain meskipun kecil tampak jelas.

Lain ladang lain belalang, lain lubang idung lain pula upilnya.
Tiap-tiap negeri atau bangsa berlainan adat kebiasaannya.

Guru ngupil berdiri, murid ngupil berlari.
Kelakuan seorang bawahan selalu mencontoh kelakuan atasannya.
4

Peribahasa Upil

Lempar upil sembunyi tangan.
Tidak berani bertanggung jawab atas perbuatannya.

Ada upil di balik batu.
Berbuat baik dengan maksud tertentu.

Upil tetangga jauh lebih hijau daripada upil sendiri.
Apa yang dimiliki orang lain biasanya terlihat lebih baik daripada apa yang kita miliki.

Upil jatuh tidak jauh dari lubang hidungnya.
Sifat anak biasanya tidak jauh dari sifat orang tuanya.

Anjing menggonggong kafilah tetap mengupil.
Tidak peduli dengan perkataan orang lain, tetap teguh pendirian.

Tak ada upil yang tak asin.
Sesuatu yang tidak bisa ditawar lagi.

Upilmu harimaumu.
Segala perkataan buruk ataupun perbuatan jelek pasti akan merugikan diri sendiri.

Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi upil.
Perbuatan buruk yang dilakukan sedikit demi sedikit akan menjadi kebiasaan.

Menang jadi lendir, kalah jadi upil.
Kalah ataupun menang sama-sama tidak enak.

Bagaikan upil di dalam lubang hidung.
Seseorang yang merasa hidupnya terkekang.

Karena upil secuil, rusak susu sebelanga.
Gara-gara kesalahan kecil, menghilangkan semua kebaikan yang telah diperbuat.
0

#tipsDEMO ala @ometrockavanka

Beberapa hari belakangan ini hampir semua media kita dipenuhi dengan topik yang sama, yaitu : demo penolakan rencana pemerintah menaikan harga BBM di berbagai daerah. By the way, jika diliat dari banyaknya jumlah aksi demo yang dilakukan, ternyata pengguna BB (BlackBerry) di Indonesia banyak juga ya? Sampe-sampe banyak yang menolak ketika pemerintah berencana untuk menaikan harga BBM (BlackBerry Messenger). Sebenernya gue bukanlah orang yang ambil pusing terhadap rencana pemerintah menaikan harga BBM tersebut, toh gue bukanlah pengguna setia 'smartphone' terkait, hape aja gue masih pake yang 'dongophone', jadi mana kenal gue sama BlackBerry Messenger.

Ngomongin tentang masalah demo, pada tanggal 27 kemaren timeline twitter gue dibanjiri dengan hashtag #tipsDEMO yang juga ternyata sempet jadi trending. Gue juga sempet baca beberapa tips, ternyata ngaconya pada parah. Merasa tertantang, gue pun maksain diri buat berpartisipasi dalam hashtag tersebut dengan menyumbang beberapa tips yang rasanya sayang kalo terbuang begitu saja. Maka dari itu, gue berniat buat mengabadikannya di sini. Mau diikuti ya syukur, diabaikan juga terserah. Hehe..

- Sebelumnya, biar ga pada ketuker yang mana demo yang mana aksi, gue kasih bocoran ya.. kalo DEMO itu rodanya 3, nah kalo AKSI itu rodanya 4.

- Pastikan anda sarapan terlebih dahulu, sebab panitia belum tentu menyediakan konsumsi buat para peserta demo.

- Agar tampak lebih kompak, ada baiknya sebelum demo ditentukan dress code yang akan dipake saat demo. Misal : seragam polisi.

- Khusus buat para cewe, ada baiknya anda memakai sunblock, payung, sunglasses, serta membawa tenda sendiri.

- Dilarang keras membawa senjata tajam, seperti : parang, golok dan clurit. Situ mau maen debus?

- Meski banyak yang bawa-bawa spaduk, janganlah anda nekat bawa-bawa papan reklame, baliho, leaflet, dll segala dari rumah. Situ mau ngiklan?

- Ketika rekan anda sedang berorasi, jangan sekali-kali anda berteriak 'Cemungudh eaa kakaaa..' apapun niat anda, saya sarankan jangan.

- Ketika anda sedang berorasi, pastikan di belakang anda tidak ada sekelompok orang yang melakukan gerakan 'kucek-kucek jemur-jemur kucek-kucek jemur-jemur'.

- Bila selama ini yang dikecam cuma SBY? Anda juga sekali-kali bisa mengecam kota-kota lainnya seperti : BDG, BGR, SMG, MDN, dll.

- Dan yang ga kalah penting.. pastikan bahwa anda membawa banyak massa.. kalo cuma bawa 9 orang doang mah, itu namanya Cherrybelle..
0

Ga butuh jawaban, cukup buat sama-sama kita pikirkan aja...

Entah kenapa otak yang ada dikepala gue ini gemar sekali memikirkan hal-hal yang sebenernya ga perlu buat gue pikirkan. Kadang gue sendiri juga ga ngerti kenapa hal-hal yang bagi orang lain itu ga penting buat dipikirkan tapi setelah masuk ke dalam otak gue hal-hal yang ga penting tersebut malah menjadi seolah-olah sangat penting. Nah loh.. bingung ga? Sama gue sendiri juga bingung.

Dari pada kita sama-sama bingung mending simak deh beberapa pemikiran yang sebenernya ga perlu gue pikirkan tentang binatang tapi entah kenapa malah gue pikirkan. Tenang, gue ga berharap jawaban dari lo koq, cukup buat sama-sama kita pikirkan aja.

- Apakah nyamuk kalo cipokan dan ga sengaja kegigit sama pasangannya, bibirnya juga akan mengalami bentol-bentol dan gatal-gatal juga?

- Apakah laler yang jarang mandi akan dilalerin juga sama temen-temennya?

- Kenapa yang buat matiin nyamuk namanya obat nyamuk bukan racun nyamuk?

- Kenapa juga yang buat matiin tikus namanya racun tikus bukan obat tikus?

- Apakah racun tikus yang udah kadaluarsa bisa bikin tikus keracunan?

- Apakah kura-kura yang kehilangan cangkangnya juga bakal menjadi gelandangan?

- Gimana caranya gajah ngupil ya?
0

Jatuh cinta diam-diam..

"Jatuh diam-diam itu ibarat ketika kita sedang kebelet di depan toilet umum yang pintunya tertutup, kita tidak akan pernah tau apakah toilet tersebut kosong atau tidak sebelum kita memberanikan diri untuk mengetuknya.."